PEMBERSIHAN
Yoga berarti penyatuan. Dua hal tidak dapat bersatu jika mereka tidak cocok
satu sama lain. Jika yang satu tidak
sempurna untuk memulai, yang satu itu harus diperbaiki dan dibentuk kembali dan
dibuat sempurna sebelum yang satu itu dapat bersatu dengan yang sempurna.
Oleh karena itu yoga sebagai penyatuan, adalah puncak dari
praktek spiritual dan bukan hanya praktek semata-mata, seperti yang biasa
digambarkan. Kesempurnaan dari yang tidak sempurna adalah apa yang harus diperoleh sebelum penyatuan itu dimungkinkan.
Ini dicapai dengan proses pembersihan di dalam Sahaj Marg.
Apa keperluannya pembersihan
?
Saat
ini kita lebih khawatir tentang polusi di luar sana, tentang lapisan ozon,
tentang hutan-hutan di Eropa yang mati karena polusi, tentang sungai-sungai
yang tidak pantas bahkan untuk ikan hidup di dalamnya. Bagaimana dengan alam
semesta yang di dalamnya sudah kita buat polusi berabad-abad kehidupan sejak
kita pertama kali diciptakan dan dilempar keluar dari Rumah Asal kita karena
ego kita ? Sudahkah kita membersihkannya
? Pernahkah kita berpikir bahwa jika kita membersihkannya, alam semesta
ini akan secara otomatis menjadi bersih ? Bukankah
keserakahan, nafsu di dalam diri yang membuat polusi alam di luar kita ? Bukankah alam semesta di luar kita hanya merupakan
refleksi dari alam di dalam kita ? Oleh karena itu
bukannya tidak ada kemungkinan pembersihan di luar hanya menyembunyikan
pembersihkan alam semesta di dalam diri saya ? Jika demikian, saya hanya memotong rumput saja, kamu tahu seperti
menyepuh bunga lili, demikian yang mereka katakan. Jika kebijaksanaan
ini muncul, lalu siapakah yang tidak akan datang untuk meditasi
? Siapa yang tidak akan menjadikan dirinya untuk proses pembersihan ?
Kita mendapati hidup kita sudah kehilangan makna yang
mungkin sudah pernah ada. Kesuksesan kita hanyalah kerang-kerang kosong. Kita punya
kekayaan tetapi seperti sebuah pertempuran dan ejekan, tidak mampu memberikan
kepada kita sesuatu keinginan yang sangat kita idam-idamkan yaitu kedamaian, kebahagiaan dan kepuasan
hati. Kita mulai mengerti bahwa sebenarnya kita disini adalah binatang dalam
bentuk manusia dipengaruhi oleh ketamakan, nafsu dan kegemaran sedemikian rupa
sehingga jika ada yang menghalangi dalam memperoleh keinginan-keinginan kita
tersebut beberapa diantara kita tidak akan ragu-ragu
untuk menghancurkan segalanya yang datang di jalan kita. Jika kecenderungan
tersebut diijinkan untuk terus berlaku dan berkembang maka dipastikan apa yang sudah dilahirkan sebagai manusia akan mati sebagai
binatang.
Jadi untuk memanusiakan binatang sebagai manusia
menjadi langkah pertama di dalam praktek spiritual. Seperti yang Master saya katakan, manusia seperti
binatang harus menjadi manusia-dengan sifat manusia atau benar-benar manusia
lebih dahulu sebelum dia dapat berpikir untuk perkembangan yang lebih jauh agar
menjadi manusia yang sempurna. Untuk melakukan ini, keinginan
masing-masing individu harus dikoreksi dan dipusatkan ke arah yang benar.
Impresi-impresi lama, yang terukir pada pikiran dan ingatan
harus dihapus. Impresi-impresi seperti tersebut adalah
sumber dari pikiran dan perbuatan sekarang. Oleh
karena itu selama impresi tersebut bertahan, suatu tindakan tertentu terdorong
untuk dilakukan. Jadi pembersihan sistem merupakan kepentingan yang
tertinggi.
Bagaimana impresi-impresi terbentuk ?
Setiap
saat kita berpikir tentang sesuatu, dan kita menjadi terbawa dengan apa yang kita pikirkan, sebuah impresi terbentuk di dalam
pikiran. Impresi tersebut yang diciptakan oleh pikiran
menjadi induk dari sebuah tindakan atau sebuah aktivitas. Saat aktivitas tersebut diperturutkan, saat aktivitas dikerjakan,
impresinya menjadi semakin dalam. Dan karena impresi-impresi ini menjadi
semakin dalam, kita masuk kepada apa yang kita sebut
sebagai perputaran yang berulang-ulang dalam kehidupan. Mungkin dengan cara ini kebiasaan terbentuk. Karena impresi ini menjadi
semakin dalam dan semakin dalam, impresi ini akan
menjadi padat. Pada tingkatan itu kita menemukan bahwa kita
sebenarnya tawanan atau orang hukuman dari kehidupan masa lalu kita.
Impresi lamalah yang menarik kita turun dan
menciptakan pola tingkah laku yang kita tidak mampu untuk mengubahnya. Kita adalah budak dari masa lalu
kita. Kita pikir bahwa kita bebas untuk berpikir dan berbuat
seperti yang kita sukai, tetapi bicara jujur ini adalah buah pikiran yang
keliru. Dalam segala hal kita sudah disiapkan oleh
masa lalu. Berkat kebesaran Lalaji bahwa dengan proses pembersihan ini
dia membuat kemungkinan untuk menghilangkan semua efek-efek masa lalu
seluruhnya, dengan tingkatan-tingkatan tentunya. Apa gunanya mengatakan kepada
seseorang bahwa dia harus berubah ? Sudah
tentu setiap orang menginginkan untuk berubah tetapi ini tidaklah mungkin.
Karena pikiran ditentukan oleh masa lalu. Jadi perubahan hanya dapat terjadi dengan membersihkan pikiran dari
impresi masa lalu. Hal ini memungkinkan bagi abhyasi
untuk perlahan-lahan dibebaskan dari masa lalunya.
Bagaimana pembersihan dilakukan
?
Malam
hari setelah kegiatan hidup rutin sehari-hari seseorang selesai, duduk dengan
mata tertutup dalam sikap tubuh sama (seperti meditasi) untuk setengah jam dan
bayangkan bahwa akumulasi impresi untuk hari ini, ketidak murnian, keruwetan,
kekotoran dan sebagainya melebur dan keluar dari belakang punggung dalam bentuk
asap atau uap air dan dalam tempat tersebut aliran suci ketuhanan dari hati
Master masuk kedalam hatimu. Praktek yang cermat sekali dari teknik ini
memastikan bahwa masing-masing individu tidak akan
menambah beban masa lalu, dimana Master dengan diam-diam dan dengan kekuatan
spiritual yang dimiliki membersihkannya.
Oleh karena itu kita mampu bekembang, tidak terhalang
oleh akumulasi impresi yang baru.
Sebagai perbandingan sebuah botol yang berisi oli dapat dibersihkan, ini
termasuk mudah untuk dibuat menjadi tempat susu.
Tetapi bagaimana seseorang membersihkan rekaman gramophone yang tergores ? Bagaimanapun kita menyekanya atau membersihkannya
dengan detergen, gramophone tersebut akan terus
berputar dengan nada yang bergetar. Goresan-goresan seperti itu dan luka yang
dalam yang mengubah hidup kita - luka karena kekecewaan !
Goresan-goresan yang lebih dalam untuk kegagalan, malu dan kedukaan
! Goresan yang paling dalam adalah untuk keburukan dan korupsi ! Lalu adakah persoalan yang mengherankan bahwa
ketidak gunaan tujuan kita masing-masing individu berlangsung, tetapi dalam
alur usang yang sama, pengulangan yang abadi.
Kekecewaan yang sama, kegagalan dan kedukaan yang sama, keburukan dan korupsi
yang sama ? Pembersihan disini harus
lebih dalam. Melibatkan pembentukan sistem kembali untuk menciptakan
lagi rekaman yang baru yang mampu memainkan musik indah yang sebelumnya Master
terkesan terhadap permukaannya yang tidak cacat.
Kapan pembersihan harus dikerjakan ?
Lakukan pembersihan ketika pekerjaanmu hari itu sudah
selesai. Untuk
laki-laki berarti ketika mereka kembali dari pekerjaannya. Mereka harus mandi dan duduk dan melakukan pembersihan.
Untuk perempuan seandainya mereka memasak, ya setelah mereka selesai memasak,
atau jika mereka pekerja wanita, mereka harus kembali dari pekerjaannya dan hal
yang sama berlaku juga untuk mereka.
Proses
pembersihan ini harus diulang kurang lebih 5 menit sebelum melakukan meditasi
pagi hari. Kalau kamu tidak dapat melakukan pembersihan malam hari karena kamu
kembali jam 9 dan kamu merasa sangat lelah, gabungkan keduanya (pembersihan dan
doa malam) sebelum kamu tidur. Ini
hanya sebuah pengecualian untuk satu atau 2 peristiwa saat kamu benar-benar
lelah. Tetapi orang-orang mulai memakainya sebagai
sesuatu yang berlaku terus menerus sepanjang tahun, karena hal ini dirasa cocok
untuk mereka. Saya tidak pernah menemukan ada abhyasi
yang serius mempunyai persoalan untuk melakukan meditasi pada waktu tertentu
atau pembersihan pada waktu tertentu. Jadi ini berarti
bahwa hanya jika ketertarikan kita dalam hal pengembangan spiritual kita
sendiri terbentuk, kita masih mempunyai persoalan-persoalan seperti ini.
Apa yang harus kita lakukan dalam pembersihan ?
Saya mendapati bahwa banyak orang meditasi daripada
membersihkan dirinya. Di sini saya
akan menekankan sesuatu yang saya temukan, banyak
orang belum mengerti bahwa dalam proses pembersihan
seseorang harus menggunakan kemauan kerasnya. Dalam meditasi kita tidak
menggunakan kemauan keras kita sama sekali. Dalam meditasi persoalannya hanya menetapkan perhatian kepada obyek
yang kita meditasikan. Saat ini kemungkinan mengapa
banyak orang mendapati bahwa bukannya melakukan pembersihan, mereka malah
meditasi. Karena jika kemauan keras tidak digunakan, hal ini akan menjadi semacam pertunjukkan saja. Tetapi karena kita
duduk dalam aspek meditasi, dalam sikap atau dalam sikap tubuh yang biasa kita
pakai, pikiran yang ada menjadi terbiasa pada meditasi atau berubah menjadi
meditasi, sehingga Master saya, Babuji biasa selalu menekankan bahwa saat kita
duduk untuk pembersihan, kita harus menggunakan kemauan keras. Dan kamu tahu, dia biasa membuat gerakan-gerakan tubuh, seperti
jika kamu meletakkan tanganmu masuk ke dalam hati dan membuang benda-benda
(seperti ini) dari belakang. Itulah cara yang
benar dalam melakukan pembersihan.
Selama pembersihan haruskah kita
mengingat setiap kejadian hari itu dan mencoba untuk membersihkan impresi-impresinya ?
Tidak.
Saat kita mandi apakah kita mengingat setiap benda-benda kotor yang kita pegang
dan mencoba untuk membersihkannya ? Bukankah,
ini adalah suatu hal yang umum.
Berapa lama kebutuhan akan pembersihan
akan berlangsung ?
Master
tertawa dan berkata, Ini tergantung pada kamu. Kalau
ada kerja sama sepenuhnya, maka pekerjaan akan menjadi
mudah. Seandainya saya terus menerus membersihkan dan abhyasi terus menerus
menambah yang lebih kotor, lalu apa yang dapat saya lakukan ?
Jadi abhyasi juga harus bekerja sama. Dia harus merubah kehidupannya sedemikian rupa yang dapat membantu
kepada perkembangannya. Untuk menghilangkan akumulasi
yang lalu adalah pekerjaan Master. Tetapi abhyasi
harus waspada bahwa dia tidak menambah yang lebih kotor dengan pikiran dan
perbuatan-perbuatannya. Jadi kewaspadaan ini
diperlukan. Dan jika proses sehari-hari untuk membersihkan diri sendiri
diikuti, maka berkat kebesaran Lalaji, sebuah tingkatan dapat dicapai saat
pembentukan impresi tidak lagi terjadi, dan pembentukan samskara berhenti. Saat
pembentukan samskara berhenti, maka tujuan akan
nampak. Akumulasi lama mungkin masih ada, sedikit tersisa,
tetapi itu adalah tanggung jawab Master. Karena selama kita masih di
dalam tubuh ini, sedikit kekotoran akan selalu ada di
dalamnya.
Apa peranan Master dalam pembersihan ?
Saat
kita datang untuk menjalankan Yoga sistem Sahaj Marg, hal pertama yang Master
tekankan kepada kita, yang mana pada saat itu merupakan hal yang paling penting
adalah semua impresi lama harus dikeluarkan dari pikiran kita. Sekarang adalah
lazim jika kita sudah mengetahui bagaimana melakukan pembersihan, kita akan selalu melakukan itu sendiri. Tetapi
karena kita mempunyai kebebasan yang luar biasa dan kontrol atas penciptaan
impresi, kita tidak dapat tertolong saat waktu tersebut datang untuk
pembersihan. Disinilah justru kenapa kita memerlukan
kekuatan dari luar, atau bantuan dari sumber di luar kita untuk menolong kita.
Kita sebut orang tersebut yang dapat melakukan ini semua untuk kita adalah
seorang Guru atau seorang Master. Jadi hal pertama
adalah untuk menemukan seorang Master yang dapat melakukannya untuk kita. Tanpa
seorang Guru tidak akan ada Yoga sama sekali.
Sahaj
Marg menempatkan perhatian yang paling besar terhadap kebutuhan akan pembersihan tersebut. Semua impresi
yang ada di dalam kita, diciptakan oleh pikiran dan perbuatan lama kita, harus
dibersihkan seluruhnya. Master melakukan ini
dengan menggunakan tenaga spiritualnya untuk membebaskan kita dari
impresi-impresi yang sudah terkubur di dalam kita. Ketika hal
ini telah dikerjakan, kita mengambil kelahiran baru, sebagaimana adanya.
Kita dilahirkan kembali secara spiritual. Pembersihan
di luar secara fisik dari sistem manusia tidak akan
berguna bagi kita. Sebuah
pembersihan yang lebih dalam adalah hal yang perlu untuk membersihkan kita dari
beban masa lalu, dan beban masa lalu ini bukanlah apa-apa tetapi impresi yang
kita ukir pada diri kita sendiri dengan pikiran dan perbuatan-perbuatan salah
kita. Pembersihan seperti tersebut oleh karenanya
adalah pembebasan dari masa lalu dalam arti yang sebenarnya.
Kita masuk pada masa kini, yang tidak dipersiapkan oleh
masa lalu. Sampai
sekarang ini masa kini kita tidak menunjukkan apa-apa tetapi puncak
kecenderungan dan arah yang tidak dapat ditawar-tawar lagi yang dibentuk di
masa lalu. Dan yang akan datang juga bisa
menunjukkan tidak ada apa-apa, tetapi arah atas kecenderungan yang sama yang
tidak dapat ditawar-tawar berlangsung terus melebihi saat ini. Kita lihat, efek dari masa lalu
pada masa yang akan datang ! Saat pembersihan ini secara efektif dikerjakan
oleh Master spiritual yang kaliber, kita masuk kedalam sebuah masa kini yang
tidak bersyarat - masa sekarang, oleh karena itu apa yang biasa dapat dilakukan
dengan tepat adalah mengontrol dan mencapai tujuan masa yang akan datang, yang
sudah disiapkan sebelumnya. Dan tujuan tersebut adalah tujuan
untuk kesempurnaan.
Apa kewajiban abhyasi disini
?
Pada tingkat ini kita harus menyadari kepentingan
memimpin hidup kita dalam tingkah laku sedemikian, sehingga pikiran dan
perbuatan-perbuatan kita tidak lagi mempunyai kemampuan untuk menciptakan
impresi. Ini hanya dapat dilakukan
dengan menciptakan sebuah sikap yang Master namakan ‘ ketidak
terikatan atas keterikatan’. Dia tidak mengajarkan ketidak
terikatan. Apa yang dia ajarkan kepada kita
adalah untuk melekat saat menguasahakan sebuah sikap ketidak terikatan. Sebagai manusia kita mempunyai kewajiban dan tanggung jawab.
Kita tidak harus melupakan atau membuang kewajiban dan
tanggung jawab itu yang mana semua ini terlalu mudah dilakukan pada saat
melakukan pertapaan. Master berkata bahwa
dengan menerima kewajiban dan tanggung jawab, kita harus mengisi kewajiban
tersebut sambil berjuang keras untuk pertumbuhan jiwa kita. Jika
kesadaran ini datang, pengertian tentang kewajiban tetap berada di paling atas.
Kita tidak lagi bekerja untuk kepuasan diri sendiri
atau kesenangan diri sendiri atau keberhasilan diri sendiri. Kita bekerja karena kita mempunyai
sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan, kewajiban untuk mengisi dalam segala
hal pada orang yang kita cintai dan hargai, anggota keluarga kita, teman-teman,
karyawan dan sebagainya. Karena pekerjaan kita tidak
lagi ditentukan oleh keinginan-keinginan kita tetapi dilakukan hanya sebagai
kewajiban dan pengabdian, impresi-impresi berhenti untuk diciptakan. Masa lalu yang sudah dilakukan hilang, seperti masa lalu itu tidak
pernah ada. Kita sudah memasuki masa kini dimana pikiran dan tindakan
kita tidak lagi menciptakan masa lalu yang akan
menentukan masa yang akan datang. Masa kini adalah abadi
tanpa masa lalu membebaninya. Kita sudah memasuki sebuah dimensi
kehidupan dimana peramal-peramal kuno
Mengapa orang takut akan
pembersihan?
Pembersihan
(pembersihan) sangat penting di dalam Sahaj Marg. Saya secara pribadi percaya
bahwa tanpa pembersihan kamu tidak akan bisa
kemanapun. Orang takut akan pembersihan untuk beberapa
alasan. Selama pembersihan mungkin kamu mempunyai
pengalaman-pengalaman yang lampau, tindakan-tindakanmu, pikiran-pikiranmu, yang
telah menciptakan impresi-impresi tersebut. Beberapa
mungkin bagus, beberapa mungkin mengerikan. Bahkan setiap mimpi, atau
setiap mimpi buruk adalah sesuatu di dalam dirimu yang akan
dikeluarkan. Tahukan kamu, jika seseorang takut untuk pergi ke toilet karena
dia tidak menyukai apa yang keluar dari dirinya - dia
tidak menyukai baunya, dia tidak menyukai rasanya - dan dia mencoba untuk tidak
ke toilet, dia akan mati. Bukankah demikian ?
Jadi
orang-orang yang takut akan samskaranya dan menyimpannya di dalam hati mereka,
tersembunyi, malu oleh karenanya, perasaan bersalah tentang itu, takut bahwa
saat semua itu keluar, mungkin menciptakan kembali beberapa suasana saat
suasana tersebut terjadi pertama kali – maka mereka seperti orang yang tidak
mau ke toilet; mereka akan mati. Dan itulah yang terjadi pada orang-orang yang tidak membersihkan
dirinya secara spiritual. Mereka tidak mempunyai masa depan spiritual. Oleh karena itu dalam pengertian spiritual yang sesungguhnya,
mereka mati untuk kembali lagi.
Jadi di dalam spiritualiti kita mengatakan, kematian
hanya ada saat kita belum memutuskan untuk pergi melebihi kematian tetapi untuk
kembali lagi karena ketakutan kita, karena keterikatan kita. Jadi mohon dimengerti dengan baik bahwa jika kamu
sudah mampu untuk membersihkan diri dari semua samskaramu dan melalui meditasi
menciptakan sebuah cahaya yang lebih besar dan lebih besar di dalam dirimu
dengan kehadiran Tuhan yang selalu ada di
Apa yang terjadi saat sistem dibersihkan ?
Di
dalam Sahaj Marg kita bicara sangat khusus tentang proses pembersihan yang
berhubungan dengan impresi yang lampau, yang tertanam di dalam diri kita
sebagai samskara. Dalam beberapa hal samskara-samskara inilah yang menjadi
beban, mengikat kita erat-erat pada kehidupan ini, yang dipengaruhi oleh
Saat
kamu melepaskan samskara, terjadi apa yang selalu ada,
yaitu sebuah cahaya yang mulia, kehadiran Tuhan. Jadi kita
tidak harus membawa Tuhan dari suatu tempat dan meletakkan Dia di dalam kamu.
Ini seperti membersihkan sampah untuk meletakkannya kedalam
perabot yang baru. Sampah tersebut, semuanya
dimasukkan bersama-sama, merupakan bagian yang jahat, bagian yang gelap, bagian
dasar dari masing-masing kita semua.
Apa yang kita
takutkan tergantung pada samskara yang kita bawa di dalam diri kita. Oleh karena itu saat pembersihan ini selesai, kamu tidak dapat
mempunyai rasa takut lagi. Oleh karena itu orang-orang suci tidak
mempunyai ketakutan, mereka akan pergi kehutan-hutan.
Kamu tahu, gajah datang, singa pergi dengan mereka, macan berjalan di depan
mereka. Mereka tidak mempunyai rasa takut. Bagaimana
mereka bisa takut ? Tidak ada
samskara disini. Saya tertarik pada sesuatu yang kamu tidak tertarik. Godaan bukanlah dari luar, tetapi di dalam dirimu. Jadi godaan, ketakutan,
semuanya harus pergi saat pembersihan sudah sempurna.
Kehidupan
fisik yang ada pada saya sejak lahir, akan mengikuti
saya sampai saya mati. Jadi apa maksudnya pembersihan ?
Tahukah kamu, jika kamu membeli gelas kristal dan
membersihkannya. Ini tidak akan merubah bentuknya.
Tetapi gelas itu akan menjadi sebuah wadah yang pantas
sehingga sekarang kamu dapat meletakkan sesuatu di dalamnya. Jadi dengan pembersihan apa
yang belum layak menjadi layak untuk menerima keagungan Tuhan. Inilah maksud yang benar dari pembersihan. Ini tidak berarti
seorang miskin akan menjadi kaya, atau seorang gadis
jelek akan menjadi cantik, atau seorang laki-laki lemah akan menjadi laki-laki
yang kuat, meskipun harus saya katakan, akan ada pengnormalan atas semua
fungsi. Pembersihan harus dimengerti secara kritis. Pembersihan tidak mempengaruhi kehidupan fisik, dalam arti tubuh
saya tidak dapat diubah, warna rambut saya tidak berubah, warna mata saya tidak
berubah dan sebagainya. Tetapi kwalitas hidup saya akan
berubah. Ketika itu berubah, penyakit-penyakit dapat
dilenyapkan, karena sebuah penyakit bukanlah sesuatu yang sangat bersifat
fisik. Beberapa kecerdasan dapat dibangkitkan - paling sedikit sampai
tarap pengnormalan dalam tingkatan manusia, karena ada sebuah batasan yang kita
sebut kecerdasan.
Jika
kamu mengingat perwujudan berat,
Saat kita melakukan pembersihan dan kita melepaskan
samskara dan kepribadian kita yang berbeda gugur sedikit demi sedikit yang kita
sebut sebagai perubahan karakter - sifat agresif hilang, contohnya keserakahan
hilang, nafsu hilang, satu demi satu, semua samskara ini pergi dan kepribadian
kita berubah. Ini
seperti menguliti sebuah bawang. Kamu melepaskan kulit
demi kulit. Kamu dapat katakan ini seperti menguliti
kepribadian. Saat kita menarik
semua ini dari diri kita, kita menampakkan apa yang
ada di dalam diri kita.
Apa perbedaan antara upacara-upacara
keagamaan dan pembersihan spiritual ?
Ini,
saya anggap sebagai sesuatu yang unik dari Sahaj Marg. Meskipun gambaran
tentang pembersihan bukanlah sesuatu yang asing bahkan pada sistem keagamaan,
ini tetap sebagai pendekatan luar saja untuk pembersihan fisik dan mungkin
untuk proses pembersihan yang mempunyai kekuatan batin - sepengetahuan saya
tidak ada yang lebih dari itu, tidak ada yang lebih dalam dari itu. Dan oleh karenanya seluruh upacara agama di kuil, upacara agama di
gereja tetap merupakan upacara-upacara agama belaka. Itulah mengapa saat
kita pergi kesana dan kembali lagi, kita tidak merasakan perasaan apakah
kegembiraan atau keringanan atau kesenangan di mana hampir tanpa terkecuali
semua abhyasi merasakannya setelah proses pembersihan. Saya
harap kamu sudah mengalami semua ini.
Jadi
itulah perbedaan ajaib antara upacara-upacara agama dan proses pembersihan
spiritual yang diberikan oleh Master, kemampuan mengapung, perasaan ringan, dan
itulah mengapa Babuji berkata, “Kita
tidak melihat cahaya, tetapi kita merasakan cahaya”. Bagaimana perasaan ringan ini datang ? Secara tepat, karena beban dari
samskara dilepaskan. Oleh karena itu saya ulangi, pembersihan menghasilkan 90 % dari apa yang harus
kita capai dalam praktek spiritual.
Lakukan pembersihan dahulu, transmisi
mengikuti secara otomatis :
Babuji
telah mengatakan, jika kamu menerima transmisi saat keinginan-keinginan kamu
masih aktif, hanya keinginan-keinginan tersebut yang akan
diperkuat. Seperti dia mengatakannya sangat ringkas dan
tajam, “Jika kamu mengirimkan transmisi kepada seorang pencuri, dia akan
menjadi pencuri yang sempurna”. Itulah mengapa saya
selalu merasa bahwa transmisi tanpa pembersihan tidak dapat memberikan sukses
yang besar atau paling tidak, hal itu tidak dapat memberikan sukses besar dalam
arah yang kita inginkan untuk mencapainya. Oleh karena itu saya
menekankan kebutuhan yang mendasar, kebutuhan yang paling penting dari sadhana
kita adalah proses pembersihan. Kami juga menasehati abhyasi
: bilamana kamu tidak dapat meditasi, paling sedikit lakukan pembersihan
malam hari, karena itu akan menjaga tempatnya tetap bersih untuk menerima
transmisi. Jadi ini adalah manfaat yang sangat besar dari proses pembersihan,
apapun yang lainnya kita mungkin melalaikannya, tetapi pembersihan tidak boleh
diabaikan dalam keadaan apapun.
Jika
saya menempatkan bensin di dalam botol dan saya ingin membeli susu lalu menempatkan di dalam botol tersebut, saya harus
membersihkannya lebih dahulu. Saat kita mencoba untuk meletakkan sesuatu di
dalam kita yang mana merupakan urutan tertinggi dalam kehidupan, yaitu intisari
suci dari Master melalui tansmisinya, kita harus membuat diri kita layak untuk
menerimanya. Itulah proses pembersihan.
Jadi transmisi tanpa pembersihan sebenarnya dapat
merusak orang tersebut. Transmisi selalu dilakukan hanya setelah pembersihan yang cukup
telah dilakukan. Itulah mengapa kita memberikan
pengantar dengan 3 kali sittings (kadang-kadang lebih) dimana sungguh-sungguh
hanya pembersihan. Tidak ada transmisi sama
sekali. Semua keringanan yang kamu rasakan selama sitting bukanlah karena
transmisi sama sekali, ini karena pembersihan. Pembersihan memberikan kamu
perasaan ringan.
Saat kamu membersihkan seseorang,
bagaimana kamu menghasilkan perubahan di dalam diri orang tersebut?
Tahukah
kamu cerita menarik tentang Caliph yang besar. Dia mengadakan sebuah perlombaan seni. Dia mengatakan ini
dan itu akan ada hadiah untuk peserta yang terbaik.
Kamu
tidak harus menciptakan! Jadi, langkah pertama Master adalah pembersihan di
dalam Sahaj Marg. Jika kamu ingin susu, bukankah kamu mencuci panci dahulu ? Jadi perubahan adalah yang pertama dengan
melepaskan semuanya dan kemudian dengan meninggikan SESUATU itu sendiri.
Peranan preceptor dalam pembersihan:
Tugas preceptor dalam pembersihan adalah unsur yang
sangat penting dalam pekerjaan spiritual dari Master. Marilah kita jangan menganggap kecil hal itu bagi
diri kita sendiri dengan mengatakan, “ Oh itu hanyalah
pembersihan (pembersihan), kamu tahu, saya bukanlah seorang tukang sapu!”
Ingatlah berapa besar cinta yang kamu berikan untuk menyiapkan rumah
Babuji sebelum dia tiba di
Mohon diingat kepentingan dari pembersihan,
kepentingan dari yatra (perjalanan
spiritual). Tanpa pembersihan
tidak akan ada yatra.
Ini tidaklah mungkin. Oleh karena
itulah pentingnya preceptor. Orang sering bertanya,
“Mengapa preceptor? Tidak dapatkah Babuji melakukannya
sendiri?” Tentu saja dia dapat. Tetapi untuk
membantu dia dalam pekerjaannya dan untuk mempercepat pekerjaannya terhadap
abhyasi, untuk memungkinkan mereka mencapai tujuannya lebih cepat, dia
menggunakan preceptor untuk melakukan apa yang mungkin
kita pikir sebagai pekerjaan yang kotor - pembersihan (pembersihan)! Dalam beberapa hal, ini adalah pekerjaan yang kotor. Dalam beberapa hal, ini sangat mulia. Saat kamu dapat
menyiapkan seseorang untuk kebangkitannya, ini sama
sekali tidak kotor. Jadi inilah kepentingan untuk yatra, dan ini harus
dimengerti dengan benar, karena tanpa sebuah pengertian yang benar dan
penghargaan terhadap yatra, kamu tidak akan mengerti
maksud dan kepentingan dari pembersihan, apakah itu untuk dirimu sendiri atau
untuk mereka yang datang kepada kamu. Tanpa
clening, tidak ada yatra, Tulis
dengan tinta merah.
MASTER - TUJUAN
“Adalah
Master yang menjadi tujuan
karena
Dia adalah Tuhan.
Adalah
Master yang menjadi metode
karena
Dia mengajarkan kita apa yang harus dilakukan.
Adalah
Master yang menjadi misi
karena
Misi ini adalah ciptaannya.”
***
GURU - TRADISI
“Seorang
Guru adalah Shastra (buku suci) yang hidup.
Jika
apa yang dia katakan sesuai dengan Shastras,
terimalah.
Jika
tidak, buang Shastra keluar jendela.
Tradisi adalah untuk mereka yang tidak mempunyai Guru.
Untuk
seseorang yang mempunyai Guru, Gurulah yang menjadi tradisinya.
Jika
apa yang dia katakan bertentangan dengan tradisi,
lempar
buku-buku keluar jendela dan
patuhi Guru.”
***